Merangkul Rakyat Kaltim Lewat Puisi
Adakah Rakyat Kaltim yang Masih Kelaparan?
Adakah Anak Kaltim yang Masih tak Bersekolah,
Adakah Rakyat Perbatasan Kaltim
Yang Kehabisan Garam Lalu Eksodus ke Negeri Jiran ?
Itulah bait puisi karya walikota Samarinda Drs H Achmad Amins MM berjudul Kalimantan Timur Dalam Doa yang dibacakan saat launching buku Antopologi Puisi Penyair Balikpapan "Menatap Masa", di Hotel Pacifik Balikpapan, Kamis (5/7) malam.
Dihadapan sekitar 100 peserta yang sebagian besar para seniman, termasuk sastrawan serba bisa Putu Wijaya, ketua DPRD Balikpapan Burhanudin Solong, ketua Dewan Kesenian Balikpapan Darwis M Noor, ketua Dewan Kesenian Samarinda DR Mugni Baharudin, Amins yang juga ketua Dewan Kesenian Propinsi Kaltim ini mampu memukau dan 'menguasai' penonton.
Amins dalam membacakan puisi bait demi bait pun tanpa tersendat. Setiap kalimatnya mengalir dengan lancar. Sorot matanya menatap ke arah penonton. Dari bahasa tubuhnya, tak tampak grogi. Padahal, ia tampil dihadapan sejumlah seniman yang menurutnya lebih mahir membaca puisi.
"Saya hanya seorang penyair amatir yang ingin mengekspresikan Amins yang sedih dengan Kaltim saat ini dan berkeinginan menatap Kaltim cerah di masa depan," tutur Amins merendah.
Puisi yang memiliki makna mengharapkan Kaltim lebih sejahtera itu, diartikan seniman Balikpapan yang juga MC Irwan Faisyal HP sebagai gambaran ingin merangkul rakyat Kaltim."Merangkul rakyat Kaltim lewat puisi," tutur Irwan yang juga menyumbang puisi dalam buku tersebut.
Pujian dan pengakuan juga dilontarkan si pemakai topi pet putih-Putu Wijaya. "Kalau pejabat mau berpuisi itu bagus. Sangat bagus sekali,"ungkap Putu yang memiliki nama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya.
Putu menilai Amins mempunyai kemampuan untuk membaca puisi. "Dia mempunyai apresiasi, nggak awam lagi. Dimulai ketika pembukaan (kalimat pengantar sebelum membacakan pusi). Orangnya mencintai kesenian kelihatannya itu. Aktingnya juga luar biasa karena bisa menguasai massa," sebut Putu yang juga dramawan kondang.
"Kalau pak Amins membawakan puisi yang sedih-sedih, mungkin saya maupun lainnya bisa menangis terharu mendengarnya," ucapnya lagi.
Putu Wijaya sendiri malam itu membawakan pentas monolog Kisah Perkutut Menggapai Arti Kemerdekaan.
Sementara Amins selaku ketua Dewan Kesenian Propinsi Kaltim merasa gembira karena tadi cukup banyak diikuti seluruh seniman dari Kaltim, walaupun masih ada daerah-daerah yang belum sempat mengirimkan.
"Saya harapkan akan ada lagi pertemuan di Balikpapan dan kota-kota lainnya, apa di Tenggarong, Penajam atau di Bontang," pungkasnya.
Pada kesempatan itu pula dinyanyikan bersama-sama lagu Selamat Ulang Tahun. Lagu pentanda ucapan selamat ini diberikan kepada dua pemimpin kepala daerah di Kaltim yang sedang berulang tahun. Pertama diberikan kepada Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid yang berusia 63 tahun-5 Juli 1944 dan Amins ke 60-3 Juli 1947. (sapos online)
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)