UPAYA preventif terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota Samarinda jangan terus berhenti, walaupun sudah ada gerakan serentak 3M bersama Pemkot bahkan fogging dan abatesasi, warga pun dituntut kepeduliannya dalam melanjutkan program 3M itu, karena diyakini salah satu jurus ampuh menangkalnya.
Begitu pula dengan tim Penggerak PKK kota Samarinda juga tak tinggal diam dalam hal ini. Tidak sekali dua kali mereka ikut melaksanakan kegiatan 3M, mulai penyuluhan dengan sosialisasi hingga melakukan door to door—memberikan arahan dari rumah ke rumah sekaligus memberikan contohnya.
“Door to door ini kita harapkan dapat membuat warga kita terketuk hatinya untuk memiliki kepedulian melaksanakan 3M, karena hal itu akan kembali kepada diri dan keluarganya. Jika warga tetap tebal kupingnya, menganggap remeh 3M, maka sia-sia saja Pemkot menggalakkan kegiatan ini demi kesehatan bersama,” ujar ketua tim Penggerak PKK Samarinda Hj Aminah Amins belum lama ini ketika mengomandani gerakan door to door berantas DBD.
Aminah juga mengharapkan mengoptimalkan peranan dasa wisma yang ada di tingkat RT-nya. Ia menyarankan agar peranan RT dan dasa wisma dioptimalkan, karena merupakan kelompok terkecil pemerintah dan ujung tombaknya pemerintah yang tahu persis kondisi lingkungan, serta warganya.
Dasa wisma ini sendiri adalah kelompok terkecil di tingkat RT. Satu kelompok membawahi 10 KK (hms6)
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)