Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat Partai Patriot yang juga Presidium Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila RMH Yapto Soerjosoemarno menegaskan, partainya tak salah memilih dan mendukung pasangan Calon Gubernur Kaltim dan Calon Wakil Gubernur Kaltim, Drs H Achmad Amins MM-H Hadi Mulyadi SSi MSi.
Ini lantaran kedua figur pasangan Ampera ini merupakan pasangan yang sudah terbukti dan teruji lurus dalam melaksanakan amanah yang pernah diberikan dan dipercayakan rakyat kepadanya.
”Kami melihat figur Pak Amins, orangnya sejak awal selalu lurus dalam melaksanakan amanah rakyat sebagai Walikota Samarinda. Begitu pula halnya dengan wakilnya, Pak Hadi, beliau juga orangnya lurus,” kata Yapto yang datang bersama sejumlah rombongan, termasuk artis Camelia Malik.
Dikatakan, lahirnya Partai Patriot di Tanah Air ini lantaran ingin meluruskan hal-hal yang telah melenceng dari koridor bangsa ini. Maksudnya meluruskan hal-hal bertentangan dengan ideologi Pancasila.
”Perlu Anda ketahui, kehadiran Partai Patriot di muka bumi ini untuk meluruskan yang bengkok-bengkok di Tanah Air ini, sehingga kami memilih calon-calon pemimpin yang memang benar-benar lurus hatinya dan lurus kinerjanya,” kata Yapto sesaat setelah tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan.
”Terus terang, kami ingin pasangan ini menjadi pemimpin di Kaltim. Makanya, kami datang ke sini untuk memberikan support kepada Pak Amins dan Pak Hadi. Dan, kepada semua jajaran Partai Patriot dan Pemuda Pancasila se-Kaltim termasuk simpatisannya saya minta untuk ikut mensukseskan pasangan ini tampil sebagai pemenang,” tegasnya, didampingi Ketua MPW Partai Patriot Kaltim H Said Amin SH, Ketua MPC Partai Patriot Balikpapan H Syahril H Taher, dan Ketua Timses Ampera Balikpapan Ir Patman Parakassi.
Keyakinan Achmad Amins – Hadi Mulyadi (AHAD) memenangkan pemilihan Gubernur Kaltim pada 26 Mei 2008 dinilai Gubernur (terpilih) Jawa Barat Ahmad Heriawan sangat realistis. Sedangkan Yapto S Soemarno, Ketua DPP Partai Patriot optimistis AHAD yang perpaduan nasionalis-religius memimpin daerah ini.
KEHADIRAN Gubernur terpilih Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heriawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Samarinda, benar-benar menjadi vitamin bagi Tim Ampera yang mengusung Achmad Amins dan Hadi Mulyadi sebagai Cagub dan Cawagub Kaltim periode 2008-2013. Gubernur yang berpasangan dengan artis Dede Yusuf ini bahkan meyakini suara PKS di Kaltim lebih solid dan bisa dipastikan menang. Terlebih jika melihat kerja keras dari seluruh kader untuk merangkul semua elemen hingga ke tingkat paling bawah.
“Untuk Kaltim saya yakini lebih siap dibanding Jawa Barat. Pergerakan yang dilakukan seluruh kader begitu optimal. Kemenangan sudah di depan mata,” tegas Ahmad Heriawan yang hadir secara khusus ke Kaltim untuk memberi support kepada seluruh kader PKS agar bekerja lebih keras dalam melakukan pergerakan dan menjalankan mesin politiknya.
Menurutnya, Kaltim mampu mewujudkan dan menjadi bagian dari fenomena kemenangan PKS seperti yang sudah terjadi di setiap daerah. “Keyakinan ini sangat realistis. Mengingat dari sisi jumlah pemilih saja penduduk di Kaltim lebih sedikit dibanding Jabar. Sehingga lebih mudah bagi PKS untuk mengkondisikan dan berkonsolidasi sampai tingkat bawah sekalipun. Apalagi seluruh komponen telah bergerak dan bekerja keras, tak hanya calonnya saja tapi juga para istri, anak dan seluruh kerabat. Saya pribadi akan selalu siap mendukung, bahkan untuk menjadi Jurkam,” tuturnya lagi.
Jumlah penduduk dengan hak pilih di Jabar yang ternyata menjadi kantong kemenangannya waktu itu mencapai 28 juta jiwa. Sementara untuk Kaltim yang terdaftar dari 13 kabupaten kota hanya 2.255.409. Kondisi seperti ini lebih memudahkan PKS dan partai pengusung lainnya yang tergabung dalam tim Ampera untuk menjalankan roda politiknya.
Hadi sendiri meyakini 99% massa PKS tidak goyang atas pencalonannya dengan Amins. Mengingat program tim Ampera sudah sehati dengan PKS yaitu mengedepankan pelayanan untuk masyarakat diantaranya memperjuangkan bantuan modal kerja, pendidikan dan kesehatan gratis.
“Suara PKS tak akan goyang, bahkan simpatisan kami terus bertambah. Dalam sehari saja rata-rata ratusan dukungan langsung masuk melalui sms di HP saya. Saya sangat berterimakasih dan menghargai semua itu, baik yang saya kenal maupun tidak,” ungkap Hadi.
Sementara, Yapto S Soemarno, Ketua Umum DPP Partai Patriot yang tiba di Samarinda, Jumat (9/5) malam, meminta seluruh kadernya di Kaltim untuk merapatkan barisan dengan partai-partai pengusung lainnya.
”Jangan memperbesar perbedaan. Kader patriot bisa bekerjasama dengan siapa saja asal untuk kepentingan bangsa,” kata Yapto. Tekad memenangkan pasangan AHAD untuk membuktikan bahwa pilihan Partai Patriot bersama koalisi 5 partai lainnya sudah tepat. ”Saatnya warga Kaltim memilih pasangan nasionalis dan agamis. Karena kami yakin, pasangan ini paling ideal,” kata Yapto.
Menkop Suryadharma Bangga, Aminah Diganjar Penghargaaan
Langka dijumpai di Tanah Air ini, selain meraih Keluarga Sakinah Awards, pasangan suami isteri, Wali Kota Samarinda Achmad Amins dan Aminah Arbain Amins sama-sama meraih prestasi atas kesuksesannya membina dan menggerakkan sektor riil di kota Samarinda. Jika Amins meraih Bintang Jasa Pratama, sang istri mendapat award sebagai Perempuan Penggerak Sektor Riil (PPSR) karena dinilai peduli pengusaha kecil.
IDE brilian berlandaskan keinginan mulia turut membantu pemerintah kota menekan angka kemiskinan di kota Samarinda, melalui payung hukum PKK Samarinda, Aminah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda mencanangkan program dana bergulir untuk perkembangan usaha sektor riil di Samarinda.
Dimulai dengan modal awal Rp 1,5 miliar yang dihimpunnya, baik dari pemkot dan dunia usaha, lewat ‘tangan’ PKK dana tersebut digulirkan. Menariknya lagi, selain memberikan prosedur yang tak menyulitkan, bunga yang ditawarkan pun sangat ringan.
Dana bergulir yang telah disalurkan sejak tahun 2002 itu hingga saat ini telah bergulir Rp 3,7 miliar dengan jumlah anggota yang dibina sebanyak 770 orang.
“Hanya 1 persen per bulannya. Cuma di PKK saja yang menyalurkan kredit usaha dengan bunga ringan, karena tujuan kita bukan komersil, melainkan membina dan mengembangan sektor riil,” ujar Aminah Amins baru-baru ini.
Ia mengatakan tidak bisa dipungkiri, sektor yang menyerap ribuan rakyat kecil ini memiliki banyak kelemahan, seperti permodalan, SDM, teknologi, pemasaran, jaringan usaha, dan lainnya. ”Akan tetapi, lebih dari itu, sektor ini ternyata telah mampu menjadi kegiatan ekonomi alternatif dengan berbagai keberhasilan dan keunggulan kompetitif dan sangat spesifik. Untuk itu kehadiran PKK, juga tak hanya membantu permodalan, kita juga lakukan kegiatan-kegiatan pelatihan bagi mereka, baik pemasaran maupun jaringan,” tegasnya.
Akhirnya lewat usaha menggerakkan sektor riil ini, Aminah satu-satunya perempuan di Kaltim yang menerima Award Perempuan Penggerak Sektor Riil (PPSR) 2007 dari Menneg Koperasi dan UKM tahun 2007 kemarin di Gedung SMESCO Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Jakarta.
Lima perempuan lainnya yang menerima penghargaan itu adalah Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten), Haeny Relawati Rini Widiastuty, (Bupati Tuban), Rina Iriani, Yusniana Hasan Basri (ketua PKK Kabupaten Sorolangun, Jambi), dan Hayatun Fardah Rudy Arifin (ketua PKK Provinsi Kalsel).
Ketua Umum Jaringan Usahawati Mandiri (JUMA) Miranty Abidin mengatakan, JUMA yang didirikan tahun 2000 adalah wadah perempuan pengusaha yang bergerak di berbagai bidang usaha. Sejak awal 2007 katanya, JUMA melakukan penilaian secara ketat terhadap 100 perempuan yang lulus seleksi melalui berbagai media cetak dan elektronik di Indonesia. Hasilnya, dewan juri menetapkan 6 perempuan yang memenuhi kriteria perempuan penggerak di sektor riil yang bisa mengatasi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.
Menkop Suryadharma Ali mengatakan bangga dengan perempuan yang mendapat award tahun ini. Perempuan saat ini, katanya, tak boleh dipandang sebelah mata. Berdasarkan data, katanya, perempuan mempunyai potensi dan prestasi nyata dalam masa-masa krisis yang dialami Indonesia pada 1998 silam. “Saya siap membantu perempuan, apalagi mereka berprestasi mendapatkan award kali ini dalam pengembangan di bidang koperasi dan UKM,” ujar Suryadharma waktu penyerahan.

Rabu, 7 Mei 2008
SAMARINDA Hal yang langka bagi walikota Samarinda Drs H Achmad Amins MM selama 7,5 tahun menjadi walikota, bahwa baru kali ini meresmikan masjid setelah shalat Dzuhur.
Hal ini dikemukakan walikota dalam sambutannya ketika meresmikan masjid As Syifa Jl Kakap kelurahan Sei Dama Samarinda Ilir, Selasa (6/5) kemarin.
”Selaku Pemerintah Kota Samarinda saya merasa bangga, karena menandakan keimanan warga Samarinda semakin meningkat. Ada yang sudah bagus, namun direhab menjadi bertingkat, kemudian langgar naik status jadi masjid,” ujar Amins dalam sambutannya.
Amins pun mengaku bangga dengan semangat warga dalam membangun rumah ibadah, namun ia mengingatkan juga harus dibarengi dengan semangat dalam mengisi dan menghidupkannya.
Menurut Amins segala inisiatif dan prakarsa dari masyarakat yang secara senang hati dan mandiri bergotong royong mewujudkan sarana beribadah yang layak sebagaimana merupakan salah satu wujud kepedulian serta rasa kecintaan yang tinggi dalam mensyiarkan Dinul Islam.
“Di sana sini umat Islam ramai membangun masjid. Yang tua direnovasi, yang belum bertingkat ditingkat 2. yang sudah bertingkat 2, dibongkar ditambah lagi jadi tingkat 3. Kita bangga dengan semangat warga membangun masjid. Kita selaku Pemkot pun akan berupaya membantu semaksimalnya, tentunya juga adil dan merata dengan yang lainnya,” tegas Amins.
Pada kesempatan itu, sesuai keinginan pengurus masjid, Amins juga mengusulkan agar panitia secepatnya mengajukan proposal untuk pembangunan TP/TK Al Qur’an Masjid As Syifa.
“Secepatnya masukan proposalnya. Guru-gurunya sudah ada jugakah,” tanya Amins yang dijawab ada oleh pengurus masjid.
“Panitia pembangunan bisa ambil ke saya, atas nama pribadi akan membantu Rp juta,” ujar Amins dalam sambutannya.
Masih dalam sambutannya, Amins kembali mengingatkan bahaya narkoba kepada generasi sekarang. “Kita harus keras dengan anak kita. Sekali-kali geledah kantongnya. Kalau jam 10 malam belum pulang, cepat dicari kabarnya. Jangan sampai kita terlena, sementara anak kita menaguk obat bungul,” pesan walikota.
Peresmian masjid tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan walikota.


